Kemristekdikti Anggarkan Rp2,96 T untuk Bidikmisi

Campus

JAKARTA – Beasiswa bidikmisi sejak 2010 menjadi salah satu cara pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pasalnya, penerima bidikmisi yang berasal dari kalangan kurang mampu, namun berprestasi bisa menuntaskan kuliahnya tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Intan Ahmad mengungkapkan, sejak pertama kali diluncurkan, saat ini jumlah penerima bidikmisi mencapai 278.281 mahasiswa. Dari jumlah tersebut 232 ribu di antaranya hingga saat ini masih kuliah dan tersebar di berbagai kampus di Indonesia.

“Hampir 300 ribu penerima bidikmisi dari 2010, sekira 47 ribu sudah menjadi alumni, sisanya masih kuliah,” ujar Intan di Kemristekdikti, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Tahun ini, tutur Intan, kuota bidikmisi untuk mahasiswa baru mencapai 60 ribu penerima. Sedangkan anggaran yang disiapkan adalah Rp2,96 triliun.

“Tahun lalu pendaftar mencapai 370 ribu lebih mahasiswa. Saya berharap informasi bidikmisi ini bisa disebarkan lagi karena beasiswa ini bisa membantu mahasiswa yang tidak mampu, tetapi akademisnya baik,” terangnya.

Intan menegaskan, ketatnya penyeleksian penerima bidikmisi dilakukan supaya tepat sasaran. Pasalnya, selama ini salah satu masalah yang sering ditemukan adalah masalah kejujuran dalam mengisi data.

“Terkait kejujuran kami berupaya melakukan verifikasi, memeriksa, sampai mengunjungi kediaman mahasiswa tersebut. Namun, terkadang ada mahasiswa asal Papua misalnya, kuliah di Sumatera, sehingga sulit untuk melakukan kunjungan. Itu salah satu kasus saja, secara umum bidikmisi tepat sasaran,” tuturnya.

Dia menambahkan, siapapun yang merasa kurang mampu, tetapi ingin kuliah berkesempatan mengajukan beasiswa. Tetapi, lanjut Intan, setiap calon mahasiswa juga harus pandai memilih program studi, terutama dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Pandailah menilai diri sendiri, pilih sesuai kemampuan. Banyak yang pintar, sehingga persaingan sangat kompetitif, apalagi untuk prodi-prodi favorit,” tukasnya.

 

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/03/02/65/1325949/kemristekdikti-anggarkan-rp2-96-t-untuk-bidikmisi